Beranda Hotel Bisnis Hotel Kelimpungan, Dua Tutup, Satu Mau Dijual

Bisnis Hotel Kelimpungan, Dua Tutup, Satu Mau Dijual

274
0

Sejak merosotnya perekonomian Batam tiga tahun lalu, mulai memakan korban. Dua hotel tutup. Tahun lalu, Hotel Mercure di Jalan Raden Patah, berhenti beroperasi alias tutup. Tahun ini, Hotel Goodway yang terletak di jantung kota Batam, di  jalan Imam Bonjol nomor 1 Nagoya juga tutup dan memecat puluhan karyawannya. Satu lagi hotel di kawasan Batuampar, juga mau dijual.

Hotel Mercure adalah hotel bintang tiga yang merupakan jaringan merek hotel yang dikelola oleh perusahaan induk Accor Hotels, sebuah perusahaan multinasional Prancis yang beroperasi di 55 negara. Jaringan hotel ini antara lain, Sofitel, Novotel, Ibis dan Mercure.

Hotel Mercure yang memiliki 159 kamar, lokasi strategis dan berbagai fasilitas ini, tutup lantaran tamu hotel sepi dan tidak mampu membiayai operasional hotel. Hotel Mercure adalah salah satu hotel yang cukup terkenal di Batam. Hotel ini memiliki fasilitas lengkap seperti kolam renang dengan pemanas, bar karaoke, pusat kebugaran, ruang pertemuan, pusat bisnis, dan spa dengan sauna. Di basement ada tempat hiburan yang cukup terkenal dan ramai.

Begitu juga dengan Goodway Hotel yang memiliki 268 kamar, ballroom yang mampu menampung 1.000 orang akhirnya berhenti beroperasi alias tutup. Goodway Hotel merupakan salah satu hotel tertua di Batam. Dulu, hotel ini bernama Batam Jaya, lalu berganti nama menjadi Mandarin Regency dan setelah itu menjadi Goodway Hotel.

Dulu, Goodway Hotel saat masih bernama Batam Jaya dan Mandarin Regency, adalah hotel pilihan para pejabat penting, saat menginap di Batam.  Apalagi, saat itu hotel berbintang empat sangat terbatas. Hotel pertama di Batam adalah wisma milik PT Persero, lalu hotel Bukit Nagoya, Sarijaya Hotel dan Holiday Hotel.

Tutupnya dua hotel ini, lantaran sejak lama terjadi perang tarif dan persaingan tidak sehat antar hotel. Apalagi, hotel-hotel baru terus bertambah. Selain hotel berbintang, banyak ruko yang disulap menjadi hotel. Sampai tahun 2018 total jumlah hotel di Batam mencapai 208 hotel dan  138 di antaranya hotel non bintang.

Anehnya, meski grafik kunjungan wisatawan turun, pembangunan hotel malah meningkat dan nyaris tak terkendali. Akibatnya, terjadi persaingan yang tidak sehat dan banting harga. Apalagi, tamu hotel hanya ramai di akhir pekan. Artinya, pengawasan dan pengendalian pembangunan hotel tidak jalan.Tidak heran,  di kawasan Harbour bay saja, ada delapan hotel baru.

Yang terjadi adalah, persaingan tidak sehat antar hotel. Saling berebut tamu dan banting harga. Malah, kabarnya ada hotel yang mau dilego pemiliknya, karena omset tidak tercapai dan beban kredit bank bunganya tinggi. Tidak heran, sejak lama hotel-hotel di Batam hanya full saat akhir pekan. Artinya, secara opersional mereka hanya dapat omset selama enam hari dalam sebulan. (cos)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here