Beranda Unik Misteri eks Kampung Manusia Perahu Vietnam di Galang

Misteri eks Kampung Manusia Perahu Vietnam di Galang

263
0
Perahu-perahu ini adalah sebagian perahu asli yang benar-benar digunakan para pengungsi untuk mengarungi Laut Cina Selatan. (ist)

GOBATAM.ID – Kampung Vietnam Batam merupakan sebuah bekas perkampungan yang dulunya pernah dihuni oleh mayoritas orang Vietnam asli yang notabene adalah sebagai pengungsi. Meskipun kini kampung seluas 80 hektar ini sudah tak berpenghuni, tapi bekas bekas peninggalan pengungsi tersebut tetap dilestarikan dan dijadikan tempat wisata.

Meskipun tempatnya agak sedikit terpencil, tapi minat wisatawan yang berkunjung tak pernah berkurang. Hal itu dikarenakan keingintahuan wisatawan akan sejarah dan keunikan Kampung Vietnam tersebut.

Banyak sekali peninggalan Pengungsi yang masih dapat ditemukan hingga saat ini, antara lain bekas bekas rumah, museum, tempat ibadah, Penjara, bahkan ada juga sebuah monumen yang dibangun oleh pengungsi pengungsi dari vietnam tersebut. Monumen ini diberi nama “Monumen Perahu”. Perahu tersebut dijadikan sebuah monumen karena dengan perahu itulah pengungsi Vietnam bisa sampai ke Indonesia.

Pada awal memasuki perkampungan ini, wisatawan akan disambut oleh sebuah Patung yang bernama “Patung Humanity”. Patung ini melambangkan “Kemanusiaan”. Kisah yang melatar-belakangi adanya patung tersebut adalah tragedi pemerkosaan seorang perempuan Vietnam yang dilakukan oleh sesama pengungsi pada waktu itu.

Monumen kemanusiaan ini berbentuk patung perempuan dalam keadaan terkulai.

Monumen ini didirikan untuk mengenang tragedi kemanusiaan Tinh Han Loai, seorang wanita yang bunuh diri karena malu setelah diperkosa oleh sesama pengungsi.

Di Kampung Vietnam ini pula terdapat sebuah pemakaman Nghia-Trang Galang yang terletak tidak jauh dari Patung Humanity.

Dan kurang lebih ada sekitar 500 orang Vietnam telah dimakamkan di tempat ini. Pada saat masih di Indonesia, para pengungsi Vietnam banyak yang terkena penyakit kelamin (Vietnam Rose), penyakit selama berbulan-bulan di atas perahu dan sebagainya.

Di Kampung Vietnam Batam terdapat banyak sekali bekas tempat Ibadah yang bermacam macam. Hingga saat ini, bekas tempat ibadah tersebut masih ada. Setiap wisatawan yang berkunjung ke Kampung Vietnam Batam akan menjumpai vihara, gereja, dan musala.

Sebelum menetap di Indonesia, Orang-orang ini pada awalnya mengungsi dikarenakan adanya perang saudara di negaranya pada sekitar tahun 1979.

Setelah keadaan di Vietnam membaik, orang orang ini sedikit demi sedikit dipulangkan kembali ke negara asalnya. Setelah pengungsi Vietnam itu pulang ke negaranya, mereka menyisakan rumah-rumah sederhana terbuat dari Kayu yang sudah tak berpenghuni. Dan bekas perkampungan inilah yang disebut dengan Kampung Vietnam. Karena keunikan orang dan budayanya, maka kampung ini menjadi salah satu destinasi wisata di Batam.

Kampung Vietnam Angker?

Banyak sekali kejadian kejadian mistis yang dialami oleh wisatawan yang berkunjung ke Kampung Vietnam. Konon, banyak orang yang menjumpai dan mengalami hal hal aneh, mulai dari penampakan sosok mahkluk halus dan kejadian kejadian aneh lainnya, terutama ketika berkunjung pada malam hari. Tak heran jika banyak acara TV swasta yang memburu penampakan di tempat ini.

Ada satu mitos yang paling ditakuti dari tempat ini, yaitu larangan untuk mengambil buah Mengkudu yang ada di tempat tersebut. Pernah suatu ketika ada rombongan wisatawan yang salah satu diantaranya mengambil dan berniat membawa pulang buah mengkudu tersebut.

Mulai dari keluar pintu gerbang Kampung Vietnam tersebut hingga tiba di rumah, wisatawan yang mengambil buah mengkudu tersebut mengalami berbagai hal hal yang sangat aneh, mulai dari peristiwa mobil yang setirnya tiba-tiba tidak bisa dikendalikan, hingga merasa kebingungan ketika sampai di rumah.

Kamp Sinam di Pulau Galang, Kepulauan Riau, bak perkampungan hantu. Lokasi bekas penampungan pengungsi manusia perahu asal Vietnam itu hanya menyisakan bangunan-bangunan tua tak berpenghuni. Sebagian di antaranya bahkan sudah tak lagi utuh, seperti barak tempat tinggal pengungsi, rumah sakit, dan kantor UNHCR.

Selain bangunan, jejak-jejak keberadaan makhluk gaib juga tertinggal di kawasan tersebut. Sumardi (51), pengelola Kampung Vietnam, menyebutkan banyak kejadian aneh sejak ditinggal penghuni kampung. Suatu waktu, sebuah sosok pernah menampakkan diri saat selfie di salah satu bangunan yang menjadi tempat bunuh diri korban perkosaan.

“Ada salah seorang pengunjung yang tiba-tiba sakit setelah selfie di monumen kemanusiaan,” ujar Sumardi di Kampung Vietnam di Pulau Galang.

Tak hanya pengunjung, Sumardi juga mengalami hal yang sama saat giliran jaga. Ia pernah melihat bayangan banyak orang yang kadang diselingi suara rintihan, tangisan, dan tawa. Ia awalnya menganggap penampakan itu hanya halusinasi semata.

Namun jika ditelusuri ke belakang, sebanyak 503 pengungsi Vietnam meninggal di lokasi dan dikuburkan di tempat itu. Sebagian pengungsi tewas karena wabah penyakit bawaan, tapi tidak sedikit yang bunuh diri akibat depresi.

Tekanan psikologis itu dialami salah seorang perempuan Vietnam setelah ia diperkosa oleh tujuh orang sekaligus. Ia nekat mengakhiri hidup di lokasi yang kini menjadi tempat berdirinya Patung Kemanusiaan.

“Tekanan-tekanan jiwa akibat tingkat kriminalitas antarpengungsi sangat tinggi. Terjadi pemerkosaan, penyiksaan dan meninggal karena bunuh diri akibat depresi,” tutur Sumardi.

Ada pula pengungsi yang nekat menyabet dirinya dan bakar diri setelah status pengungsinya ditolak UNHCR. Ia sengaja membakar dirinya di depan kantor badan PBB yang mengurusi soal pengungsi itu.

Ada pula kisah kopral Vietnam Selatan yang gantung diri. Pemicunya sama, ditolak status pengungsinya.

“Dulu masyarakat di sekitar sini dilarang berinteraksi dengan pengungsi,” pungkas Sumardi.

Sebuah penjara juga dibangun di tempat ini yang digunakan untuk menahan para pengungsi yang melakukan tindakan kriminal dan yang mencoba melarikan diri.

Pemakaman di sana yang membuat para kerabat yang telah kembali ke Vietnam atau yang telah mendapat suaka di negara lain untuk bermukim masih kerap datang ke Pulau Galang untuk berziarah.

Selepas pamakaman Nghia-Trang Galang, kita akan menemui Monumen Perahu. Perahu-perahu ini adalah sebagian perahu asli yang benar-benar digunakan para pengungsi untuk mengarungi Laut Cina Selatan untuk menyelamatkan diri.

(adm/ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here