Beranda News Singapura Promosikan Batam, Incar Indonesia

Singapura Promosikan Batam, Incar Indonesia

147
0

Singapura itu tak pernah kehabisan ide menjual negaranya kepadawisatawan.Warga Batam juga digarap melalui program free crossing yang dilakukan Singapore Tourist Board (STB). Pemerintah Singapura memasang iklan.Bunyinya begini:  ”Liburan ke Singapura lewat Batam. Bisa ajak sekampung.

Selain mendapatkan tiket ferry Batam-Singapura-Batam secara gratis, juga mendapat voucher belanja gratis, tiket penerbangan domestic bebas biaya ini-itu dan bebas fiskal.

Iklan tersebut dipasang Singapore Tourist Board dan menggandeng beberapa perusahaan travel di Batam seperti Ananda Tour, Hanita Tour, Berdua Tour, Kisuja Wisata, Cityline Tour, Kurnia Djaya Wisatad an FII Tour. Program ini merupakan promosi Singapura bagi orang Batam yang mau berkunjung kesana dan diajak keliling ke berbagai obyek wisata seperti Little India, City Hall dan Padang Field, Esplanade dan Chinatown.

Kenapa Singapura memilih program free crossing ini lewat Batam? “Batam merupakan salah satu kota bisnis di Indonesia. Banyak maskapai penerbangan domestik yang memiliki rute ke Batam dari kota-kota lain di Indonesia .Artinya, ada kemudahan bagi warga Indonesia yang hendak ke Singapura lewat Batam,” ujar Raymond Lim Khe Keong, Salah seorang Direktur STB untuk kawasan Asia Timur dan Indonesia.

Melalui program liburan ke Singapura lewat Batam ini, selain biaya lebih murah, bias juga dengan mengunjungi beberapa daerah wisata di Indonesia, lalu menyeberang ke Singapura lewat Batam, yang bertetangga dengan Singapura.

Program yang ditawarkan STB ini, dilakukan di 10 kota di Indonesia, yakni Batam, Bandung, Palembang, Pekanbaru, Jambi, Pontianak, Jakarta, Surabaya, Semarang dan Yogyakarta. Singapura juga menyediakan voucher 1.000 dolar Singapura untuk tiga orang pemenang. Program ini ternyata mendapat respon tinggi. Ribuan orang Indonesia, menyeberang ke Singapura lewat Batam.

Seperti diketahui, Singapura merupakan tetangga terdekat dari Batam. Setiap saat boleh dikatakan warga Batam berhubungan dengan Singapura. Baik hu-bungan emosional, maupun fisik.Bahkan, setiap hari banyak warga Batam yang dating ke Singapura untuk pelbagai keperluan.

Sayang sekali, kendati telah menjalin hubungan yang mendalam seperti itu, sebagian warga Batam boleh dikatakan masih buta dengan Singapura. Begitu menjejakkan kaki di pelabuhan WTC, sebagian warga Batam masih kebingungan dan meraba-raba. Selain buta dengan peraturan-peraturan yang berlaku di Negara tetangga tersebut, tempat-tempat tujuan mereka pun masih banyak yang tidak tahu. Misalnya, untuk membeli perangkat elektronik atau kamera, mereka masih meraba-raba kesana-sini. Begitu pula dengan peraturan yang berlaku di Singapura, masih banyak warga Batam yang tak mengetahuinya, sehingga boleh jadi menyebabkan terkadang terjadinya pelanggaran hukum di sana, seperti membuang punting rokok sembarangan, cara mengambil sisa pajak GST dan sebagainya.

Singapura memang ditata dengan nuansa alamiah, berpadu dengan teknologi modern seakan magnet yang mampu membius jutaan wisatawan menikmati keindahannya. Dengan menggunakan pendekatan marketing yang cerdas Singapura menjual pariwisata melalui branding campaign bertema Uniquely Singapore.

Negara kota ini juga berupaya keras mendatangkan orang-orang terbaik (pebisnis, profesor, peneliti, seniman, dan sebagainya) untuk tinggal di Singapura dengan program Contact Singapore. Negara ini juga mendorong perusahaan-perusahaannya untuk go international dengan beragam program yang dirancang oleh badan pemerintah IE (International Enterprise). Dan masih banyak lagi.

Singapura memang beda. Ini ditegaskan menteri senior Singapura Lee Kuan Yew, saat bicara pada Global Forum Brand.  ”Singapore is different,” kata Lee. Tiga kata itu sepertinya sangat sederhana, tapi bagi Lee memiliki makna sangat besar dan diakuinya menjadi kunci kesuksesan Singapura. Iamelanjutkan, sejak 1965 Singapura terus berjuang di tengah kelangkaan resources untuk selalu be  different disbanding dengan negara berkembang lain.

Pernyataan Lee ini tak lain merupakan esensi dari konsep diferensiasi dalam marketing. Dari pendekatan pembangunan yang ia lakukan selama 25-30 tahun, Lee Kuan Yew adalah seorang negarawan yang yang juga seorang nation marketer dengan visi marketing yang sangat kental. Rupanya visi marketing ini men-jadi inspirasi bagi kalangan birokrasi Singapura dalam membangun negara.

Lalu, apa yang dilakukan BP Batam dan Pemko Batam untuk memasarkan Batam? Selama ini, Batam terlena menjadi kota industri. Setelah galangan kapal merosot, industry elektronik anjlok dan disusul ambruknya sector properti, barulah sector pariwisata dilirik. Meski BP Batam menggelar Batam Menari dan sejumlah event, hanya untuk menghibur warga Batam, bukan menarik wisatawan nusantara dan wisatawan asing dating ke Batam.

Kendati wajah kota Batam kini tengah bersolek, jalan-jalan dilebarkan, taman kota dibenahi. Tapi itu belum cukup. Sudah berapa lama Batam tidak mempromosikan diri keluar negeri? Pernahkah Pemko dan BP Batam mengundang jurnalis dan bloger dari Negara tetangga berkunjung ke Batam dan menulis tentang Batam? Sampai kapan perseteruan antara BP Batam dan Pemko Batam berakhir soal siapa yang mengurus pariwisata? Hanya Walikota dan Ketua BP Batam yang bisa menjawabnya. Konon, sebentar lagi kedua lembaga ini dipimpin oleh satu orang : Wali Kota Batam.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here