Beranda Taman Story of Garden Cafe (4)

Story of Garden Cafe (4)

91
0

Hutan Gundul dan Banjir

Pelan tapi pasti, lahan semak belukar di pinggir jalan, berubah jadi taman. Lahan kosong itu jadi hijau. Pelan tapi pasti pula, uang saya terus terkuras.  Beli bibit tanaman, polibag, pot, alat berkebun, bikin gazebo, green house, dinding parit hingga bayar gaji tukang kebun.

Saat saya berusaha menghijaukan lahan di depan rumah, pembangunan di Batam Kota jalan terus. Hutan dibabat, bukit dipotong, kampus, rumah sakit, ruko dan mal terus di bangun.

Akibatnya bisa ditebak. Banjir saat hujan deras. Parit dan gorong-gorong tak mampu menampung debit air. Saya hanya bisa mengelus dada. Beberapa tahun sebelumnya, parit di depan taman itu dipasang batu miring. Hanya sepanjang 10 meter dan biayanya Rp25 juta.

Malah, danau resapan air di seberang jalan ditimbun dan dibangun Mal Kapita Plaza. Tidak heran, burung-burung menangis kehilangan tempat tinggal. Maka, taman saya jadi sasarannya. Banyak sekali burung membuat sarang di taman.

Parit tanah di depan taman, meluap saat hujan deras. Ini karena gorong-gorong kecil dan banyak sampah. Saat anggota DPRD Batam Yudi Kurnain yang nyentrik itu mampir ke rumah saya, dia bertanya, apa yang bisa dibantu.

Saya bilang, bantulah bangun parit di depan taman ini. Beberapa bulan kemudian, ternyata parit itu akan dibangun. Lalu digali dengan alat berat. Saya sedih melihat taman porak poranda. Tapi, agar bebas banjir, saya ikhlas saja.

Awalnya, hanya parit yang dicor. Gorong-gorongnya tidak. Saya kirimkan foto saat banjir. Akhirnya, Dinas Pekerjaan Umum mengganti gorong-gorong dan sejak itu tak pernah banjir lagi.

Selama 12 tahun membangun taman ini, selain uang, waktu dan keringat saya, saya dapat hikmahnya. Pertama, berkebun bisa jadi olahraga. Kedua, tamam ini sesuai dengan nama perumahan saya tinggal, Taman Bepede Indah, ya inilah tamannya.

Ketiga, ternyata jadi tukang kebun yang tak bergengsi itu, bisa membuat kita belajar tetap rendah hati. Tidak banyak lagi kawasan hijau di sekitar Batam Kota yang terus membangun. (bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here