Beranda Cafe Resto Batamliciouz : Wisata Kuliner Batam Masa Depan (2)

Batamliciouz : Wisata Kuliner Batam Masa Depan (2)

151
0

Kuliner Daerah, Kekinian dan Mancanegara

Setelah menemukan  aneka jenis makanan dan minuman enak, Chandra ingin agar semua makanan dan minuman enak dari Batam itu, dikumpulkan di satu tempat. Selain orang lebih gampang mencarinya, juga untuk mengenalkan kepada masyarakat luas. Bagaimana caranya?

Ia menggagas Batamliciouz Bazaar. Bazar pertama digelar selama tiga hari, 15-16 September 2018 di Pasar Mitra Raya. Bazar kedua digelar 11-13 Januari 2019 di Pasir Putih Batam Centre, lalu bazar ketiga di Mal Botania 2 tanggal 12-14 April 2019 lalu.

Ketiga bazar ini berlangsung sukses. Mulai dari jumlah peserta yang terus bertambah hingga animo pengunjung yang datang. Aneka makanan khas daerah, makanan tradisional, makanan kekinian, hingga makanan manca negara.

Kuliner khas daerah seperti Serabi Solo, Kerak Telor, Batagor, Cireng Ayam, Tahu Gejrot, Ayam Grepek Batam, Kebab Hoyya Batam, tahu tektek, ketoprak, es dawet ayu, sate Madura dan mpek-mpek Palembang.

Makanan kekinian dan dari mancanegara seperti snack Korea, Tokkebi Cheese, Sandwich, Topokki khas Korea, Sushi Roll khas Jepang dan Takayna khas Bangkok.

Batam adalah miniatur Indonesia. Sehingga berbagai  makanan khas  tradisional, bisa  kita dijumpai di kota ini. Sayangnya, makanan itu kadang hanya  ditemukan saat bulan Ramadan. Selain unik dan memiliki cita rasa tersendiri, ada kerinduan warga Batam yang umumnya pendatang, terhadap makanan khas daerahnya.

Ini belum termasuk makanan khas Melayu dari Kepulauan Riau seperti aneka makanan laut atau sea food seperti asam pedas, gonggong, sup ikan, mie tarempa, luti gendang, otak-otak, mie sagu, mie lendir, bingka, nasi lemak, nasi dagang dan sebagainya.

Warga Negara asing, juga banyak yang tinggal di Batam. Antara lain warga India, Singapura, China, Malaysia dan Filipina. Jumlahnya 3.200 orang lebih. Ini belum termasuk kunjungan wisatawan asing seperti dari Singapura, China, Malaysia, India, Korea Selatan, Jepang, Inggris, Australia dan Amerika Serikat.

Inilah kekuatan kuliner Batam. Perpaduan kuliner tradisional, kekinian dan makanan mancanegara. Potensi ini yang akan menjadi kekuatan Batamliciouz di masa depan. Harap dicatat, wisatawan mengeluarkan 30 -40 % uang untuk makan dan belanja.

Wisata kuliner berkaitan dengan sensasi lidah dan berkaitan dengan gaya hidup. Batam yang sampai saat ini masih menempati posisi tiga besar sebagai daerah tujuan wisata, sangat layak mengembangkan wisata kuliner untuk menjadi daya tarik wisatawan.  Sayangnya, Batam tidak termasuk 10 besar destinasi wisata kuliner di Indonesia.  Tiga besar wisata kuliner adalah Bali, Bandung dan Yogyakarta.

Apa yang dilakukan Chandra Rahman melalui Batamliciouz, merupakan pembuka jalan mengembangkan wisata kuliner di Batam dan Kepulauan Riau. Ia memotret makanan, menjadi endorser dan mempromosikan kuliner tersebut, dan menjadi influencer marketing hub produk kuliner itu.

Meski ramai, bazar yang digelar Batamliciouz hanya tiga hari. Bazar kuliner ini berhasil membetot perhatian warga Batam dan wisatawan asing. Pengunjung antri di beberapa stand. Namun, bazar Batamliciouz yang selalu berpindah tempat, waktu yang relatif singkat sehingga hanya sebatas promosi, bukan membangun pasar jangka panjang.

Promosi melalui media sosial sebaiknya dibarengi dengan kemasan yang menarik (packaging) pemasaran (marketing) dan membangun merek (branding) serta kemampuan manajemen dan keuangan. Batamliciouz bisa saja  meniru cara yang dilakukan Asia Food, di Lucky Plaza, Singapura.

Atau Food Republic yang menyatukan jajanan tradisional dengan hidangan kelas restoran dengan harga terjangkau. Para koki mendemonstrasikan cara memasak kepada tamunya. Kini, Food Republic memiliki 53 outlet di seluruh dunia dan di Singapura ada 13 outlet. Singapura memiliki 110 pusat jajanan kaki lima.

Tiga hal mendasar untuk pengembangan wisata kuliner adalah, produk kuliner yang ngetop, pengusaha kuliner dan lokasinya. Tentu saja peran dan komitmen Pemko Batam akan sangat  menentukan. Misalnya, menyiapkan lokasi khusus untuk wisata kuliner sehingga gampang dicari.

Kepala Dinas Pariwisata Batam Ardiwinata mengatakan, saat ini pengembangan pariwisata Batam bertumpu pada tiga hal, yakni infrastruktur, aminitas dan even. ‘’Kami sangat merespon apa yang dilakukan Batamliciouz. Apalagi, dari survey Bank Indonesia, kuliner adalah salah satu tujuan wisatawan datang ke Batam,’’ katanya seraya menyebutkan, Dinas Pariwisata Batam sedang menyiapkan even Wonderfood untuk mendukung wisata kuliner.

Ardiwinata mengaku belum pernah bertemu Chandra. Jika Dinas Pariwisata menggandeng Batamciliouz, selain membantu pengusaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang kuliner, juga akan menjadi kekuatan wisata kuliner Batam dan Kepulauan Riau. Dan, tentu tugas Kadis Pariwisata ini akan lebih ringan, bukan?  ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here