Beranda News Homestay Itu, Apa Ya?

Homestay Itu, Apa Ya?

120
0

Istilah Homestay mungkin kurang akrab didengar. Ada yang mengartikan rumah singgah atau rumah tinggal. Ada beberapa arti homestay, seperti rumah yang sebagian kamarnya disewakan kepada tamu, rumah warga yang disewa wisatawan yang ingin mengenal bahasa, budaya setempat, rumah yang disewakan kepada pelajar asing, paling lama satu tahun. Rumah yang disewakan secara harian maupun bulanan.

Homestay memang kurang dikenal seperti jenis penginapan lain seperti hotel, motel, resort, vila atau wisma. Homestay sebenarnya ternagi dua kategori. Menyewakan seluruh rumah, atau yang menyewakan satu kamar saja. Bedanya dengan kos-kosan, homestay menyediakan sarapan, fasilitas dapur, ruang makan, ruang keluarga, kamar mandi, dan fasilitas-fasiltas lainnya yang ada di dalam rumah tersebut.

Penginapan jenis homestay sangat cocok bagi Anda yang ingin berlibur beramai-ramai maupun sendiri dengan nuansa liburan layaknya sedang berada di rumah sendiri. Jika mau berlibur beramai-ramai, sebaiknya pilih saja penginapan homestay yang menyewakan satu rumah full. Sedangkan jika ingin berlibur sendiri atau hanya beberapa orang saja, bisa memilih penginapan homestay yang menyewakan satu kamar saja.

Kata homestay memang kurang akrab didengar. Padahal, homestay lebih pas dengan budaya dan tradisi Indonesia.Dalam budaya Jawa, ada istilah mangan ora mangan ngumpul, dalam budaya Melayu ada kebiasaan beonggok, begitu juga pada budaya suku lainnya.

Itu sebabnya, saat kumpul bersama keluarga, homestay jadi pilihan utama. “nyaman dan hommy,” kata Julita Saidi, setelah meninjau Garden Homestay Batam dan menginapkan jamaah umroh Arminareka saat transit di Batam.

Garden Homestay 1 mulai beroperasi 1 Agustus 2018 dan mendapat izin dari Kelurahan Belian dan Kecamatan Batam Kota. Tamu perdananya adalah sebuah keluarga dari Karimun yang menyelenggarakan pesta pernikahan.

Tingginya animo calon tamu yang ingin menginap di Garden Homestay, tanggal 17 April 2019 mulai beroperasi Garden Homestay 2.

Tamu perdana adalah mahasiswi Global Fast Pekanbaru sebanyak 15 orang. Mereka magang selama 2 bulan di bandara Hang Nadim.

Padahal, saat itu homestay2 belum siap dan baru dicat. “Kami pilih garden homestay saja, agar anak-anak bisa ngumpul dan mudah mengontrolnya,” kata Rafika, dari Smart Fast.

Setiap hari, mereka magang di bandara. Ada yang di gate, pelayanan dan cargo. Jadwalnya ketat. Dari jam 6 pagi hingga 8 malam. Meski awalnya agak repot, ternyata mahasiswi Smart Fast bisa saling mengenal satu sama lain. Karena jadwal ketat ke bandara, mereka menyewa sepeda motor.

Tamu-tamu di Garden homestay ini, bisa nongkrong dan menikmati taman di Garden Cafe, yang dilengkapin dengan berbagai menu, wifi gratis dan televisi. 

Belakangan, Pemko Batam berencana mengadakan pelatihan untuk warga di pulau-pulau untuk mengelola homestay. Dana yang dianggarkan sebesar Rp500 juta. ***

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here