Beranda Travel Keliling Ranah Minang : Tak Terlupakan

Keliling Ranah Minang : Tak Terlupakan

26
0

Jalan-jalan ke Sumbar atau yang dikenal Ranah Minang bisa dimulai dari Padang. Penerbangan hanya 1 jam dari Batam. Setelah itu, Anda bisa kembali ke Batam lewat Pekanbaru. Obyek wisata Sumbar lengkap. Dari pantai, danau, gunung hingga kawasan tertinggi di atas permukaan laut di Asia Tenggara. Kemana saja?

Saat menjejakkan kaki di Bandara Internasional Minangkabau di Ranah Minang, ada banyak pilihan untuk jalan-jalan. Bisa ke arah Lubuk Alung dan Pariaman, terus ke Padangpanjang, Bukittinggi, Batusangkar, Maninjau dan Singkarak serta Payakumbuh.
Jika Anda tertarik wisata pantai,bisa mengunjungi Pesisir Selatan. Kawasan wisata mandeh jadi magnet baru wisata Pesisir Selatan. Panorama alam, perpaduan laut, pantai dan bukit barisan, sungguh mempesona. Jika Anda ingin berlibur dengan suasana alami, inilah tempatnya. Dari kota Padang, saat melewati Bukit Lampu, kita sudah disuguhi pemandangan Teluk Bayur dan Bungus Teluk Kabung menuju Pesisir Selatan.

Menjelang masuk ke kota Painan, disinilah lokasi kawasan wisata Mandeh. Dari ketinggian, kombinasi pantai, laut dan bukit serta pulau, bagai lukisan alam yang luar biasa. Nama kawasan wisata Mandeh atau ibu dalam bahasa Minang ini, diambil dari nama nagari. Ratusan kapal wisata, siap membawa Anda menelusuri gugusan pulau ini. Sayangnya, jalan menanjak menuju puncak Mandeh, kondisinya rusak dan belum selesai dibangun. Kawasan wisata Mandeh, seolah menggeliat dari tidur panjangnya.

Dari dermaga Carocok, Anda bisa menjelajahi kawasan wisata Mandeh. Lautnya tenang karena dikelilingi bukit dan pulau. Ada Pulau Cubadak, Pulau Setan, Pulau Sironjong Gadang, Sironjok Ketek dan Kapo-Kapo. Teluk yang berbetuk danau raksasa ini, dikelilingi pulau dan hutan bakau. Di beberapa tempat, airnya dangkal dan jernih sehingga bisa menyaksikan karang dan ikan hias dengan mata telanjang.

Di Pulau Sutan atau Pulau Setan, yang pernah dijadikan kawasan konservasi laut oleh Marinir ini, kini tersedia wahana olahraga laut. Mulai dari cabana, speed boat dan jetski. Di Pulau Cubadak, ada vila yang diminati turis asing. Pantainya berpasir putih. Tebing batu di Pulau Sironjong dijadikan arena lompat ke laut, untuk uji nyali dan snorkling.

Pulau Cubadak yang menghadap ke timur, ke arah Barat ada Pulau Kapo-Kapo dan di depannya Pulau Marak yang masih kosong. Saat matahari terbenam, sunset di Samudera Hindia sungguh menawan.

Sejak kawasan wisata Mandeh makin dikenal, ekonomi masyarakat setempat juga terangkat. Mulai dari kapal wisata, pedagang topi dan kacamata hingga kuliner lokal seperti rendang lokan, sejenis kerang yang empuk dan kenyal.

Pemberdayaan ekonomi lokal lebih terasa di Pulau Kapo-kapo. Nelayan mulai beralih dari melaut ke pariwisata. Lima rumah penduduk, dijadikan cottage untuk disewakan. Juga ada Kapo-

 

Kapo Beach Cottage.

Meski baru ada dua cottage untuk keluarga dan aula untuk grup, tiap bulan ada saja tamu yang datang. “Ada yang dari Pekanbaru, Jambi, Medan dan Batam serta turis asing,” kata Rudi, penjaga cottage. Uniknya, makanan disediakan warga setempat dengan menu ikan bakar, sayuran dan sambal lado. Menginap di cottage ini, Anda bakal merasa punya pulau sendiri! Rasa kekeluargaan dari warga setempat makin membuat kita tidak merasa asing di pulau ini.

Suasana pantai yang biasanya panas dan kering, di Kapo-Kapo terasa beda. Hawanya sejuk dan dingin karena pantai dikelilingi pohon dan hutan yang masih asri.

Meski tamu yang datang ke kawasan Mandeh saat ini masih didominasi propinsi tetanga seperti Riau, Jambi dan Sumut, bukan tidak mungkin bakal menarik minat wisatawan nusantara dan asing. Apalagi jika bukit Kapo-kapo ditata dan cottage di tebing akan menambah daya tarik wisatawan.

Anda bisa memasak air, bikin kopi sendiri atau merebus mi instan. Karena pelayannya hanya satu orang, merangkap jaga genset, dan satpam. Ponsel hanya bisa selfi dan dengar musik. Karena tak ada sinyal sama sekali sehingga Anda terlepas dari rutinitas kerja, pesan pendek dan dering telepon. Bukankah saat berlibur ini yang kita cari?

  • Dari Pesisir Selatan, Anda bisa putar balik menuju Alahan Panjang, yang termasuk ke wilayah Kabupaten Solok. Alahan Panjang yang terkenal dengan danau kembar, Danau di Atas dan Danau di Bawah, merupakan daerah tertinggi di atas permukaan laut di Asia Tenggara.

Hawanya dingin menusuk tulang. Rata-rata 16 derajat celcius. Daerah penghasil bawang, sayur mayur dan kebun teh ini, meski memiliki potensi wisata yang luar biasa, tapi tak terurus. Dua danau yang luas ini, masih berada di bawah kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok.

Selain kondisi jalan yang berlubang dan sempit, nyaris tidak ada petunjuk bagi wisatawan. Kawasan untuk melihat danau kembar ini sekaligus, juga kumuh dan tak terawat. Toilet rusak dan tidak ada air. Bukit ini ramai oleh penjual makanan dan bunga. Lantaran hawa dingin, perut jadi lapar. Sayangnya, tak banyak pilihan makanan selain soto, nasi padang dan gorengan.

Vila Danau di Atas juga tak terawat. Meski pemandangan alamnya mempesona, beberapa tempat dipenuhi pedagang makanan dan minuman yang merusak keasrian pinggiran danau di atas bukit barisan itu. Satu-satunya hotel di Alahan Panjang adalah Green Hill hotel yang baru beroperasi.

Hotel ini milik Elza Putra, warga Alahan Panjang yang lama merantau, pensiun dari BUMN lalu balik kampung bangun hotel. Ia bermimpi, potensi alam Alahan Panjang yang luar biasa, bisa memajukan pariwisata. Hotel ini punya 30 kamar dan ramai setiap akhir pekan. Vila Danau Diatas yang dikelola pemerintah malah kumuh dan tak terawat. Padahal, di kawasan inilah pemandangan paling indah Danau Diatas.

Dari Bukit Cambai, Anda bisa menyaksikan empat danau sekaligus. Danau Kembar, Danau Singkarak dan Danau Talang. Sayang, puncak bukit ini hanya bisa naik motor dan tidak bisa ditempuh dengan mobil karena jalannya belum dibangun.

Di Bukit Jirak, Danau Diatas bisa dilihat keseluruhan. Ada kebun strawberry yang bisa dipetik sendiri dan rumah pohon untuk foto selfi di ketinggian. Tapi, masih lebih banyak kebun bawang dan kol karena warga Alahan Panjang bisa untung besar setiap panen dan pariwisata tak dilirik dan dikembangkan.

Di Alahan Panjang, ada Solok Radjo Kopi, jenis Arabica yang menjadi juara satu Amerika International Coffe Award dan juara dua Australian Coffe Award. Pengelolaan kebun dan biji kopi ini dilakukan oleh koperasi Solok Radjo Kopi sejak tahun 2012. Cita rasa kopi ini diakui dunia dan rasanya beda dengan kopi dari daerah lain. Para pecinta kopi baru bisa menikmati kopi ini yang akan dipasarkan di Alahan Panjang dalam waktu dekat.

Sumatera Barat memiliki potensi alam yang lengkap. Wisata pantai bisa dinikmati di Pesisir Selatan, Padang dan Padang Pariaman. Pantai Air Manis masih diminati karena legenda Malin Kundang yang dikutuk jadi batu itu. Paling tidak, sebagai pelajaran moral agar tidak melawan orang tua.

Ada lima danau seperti Singkarang, Danau Kembar, Danau Talang dan Maninjau yang terkenal dengan kelok 44 itu. Bukit Barisan dan gunung-gunung seperti Marapi, Singgalang, Talang, Tandikek, Sago dan Gunung Bungsu.

Meski lingkungan dan potensi alam Sumbar mendukung, namun tata kelola yang buruk dan infrastruktur yang tidak memadai, membuat pariwisata ranah Minang ini tetap tertinggal dibanding daerah lain. Payakumbuh yang kini kulinernya maju pesat, parkir di pusat kota semrawut. Padahal, jika walikota dan dinas perhubungan tegas, bisa diterapkan parkir paralel sehingga kota gelamai ini bisa lebih rapi.

Yang banyak ditemukan di berbagai obyek wisata adalah pedagang kaki lima dan warung-warung liar yang merusak keindahan seperti di danau kembar Alahan Panjang, Sarasah Bunta Payakumbuh, dan mulai menjamur di puncak Mandeh Painan.

Sumatera Barat punya wisatawan khusus, yakni orang-orang Minang yang lama merantau dan pulang basamo ke Sumbar, saat lebaran. Tak heran, kota-kota di Sumbar macet. Para perantau ini, punya potensi sebagai marketing pariwisata Sumbar, khususnya wisatawan nusantara. Jika para kepala daerah di Sumbar kreatif, potensi wisata alam ranah Minang yang luar biasa, tidak akan menjadi biasa-biasa saja. Paling tidak, pulang basamo bisa digarap dua kali setahun saat liburan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here