Beranda Travel Traveling Batam-Riau-Sumbar : Seru!

Traveling Batam-Riau-Sumbar : Seru!

39
0

Anda warga Batam bosan jalan-jalan ke Singapura dan Malaysia? Kenapa tidak mencoba menjajal Pekanbaru dan terus ke Sumbar? Pasti seru dan menegangkan. Tiga hari saja cukup. Inilah rute perjalanan yang bisa Anda nikmati.

Dari Batam, Ada dua pilihan ke Riau. Naik pesawat atau kapal roll on roll of atau Roro. Bisa naik mobil, masuk Roro, dari Telagapunggur menuju Tanjungmengkapan atau Buton, Kabupaten Siak, Riau. Kapal roro berlayar dua kali seminggu. Dalam waktu 16 jam, Anda sudah tiba di Riau. Inilah beberapa obyek wisata saat traveling ke Riau dan Sumbar :

Anda bisa mengunjungi Istana Siak, hanya 1 jam dari pelabuhan Buton. Istana ini bernuansa Islami dan arsitektur Eropa. Istana Siak dibangun tahun 1889. Konon, arsiteknya didatangkan Sultan Siak dari Jerman. Pintu gerbang istana dihiasi sepasang elang dengan mata memancar tajam.
Istana Siak menyimpan cerita misteri soal brankas Sultan yang tak bisa dibuka sampai sekarang. Pernah dibor, eh malah mata bor patah. Juga pernah dipindai dengan scanner, tetap tak bisa tembus pandang.

Dari Siak, Anda bisa langsung menuju kota Pekanbaru. Di Kota Bertuah ini, Anda bisa menikmati aneka kuliner Melayu Riau seperti asam pedas ikan baung, dan buah-buahan seperti durian dan nenas.

Jika Anda memilih naik pesawat, hanya dalam tempo 40 menit, Anda sudah tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Jika Anda mau menuju ke Sumatera Barat, ada dua obyek wisata yang pantas dikunjungi di Kabupaten Kampar, sebelum sampai perbatasan kedua propinsi ini. Yakni Ulu Kasok, pemandangan menakjubkan gugusan pulau-pulau di tengah lautan, seperti Raja Ampat, serta Candi Muara Takus.

Ulu Kasok awalnya desa dan perkampungan warga yang ditengelamkan, menjadi waduk raksasa proyek PLTA Koto Panjang, pada tahun 1991. Bukit-bukit, termasuk jalan dan sebuah terowongan yang disebut Lubang Kalam, ikut tenggelam. Nah, tidak semua bukit itu tenggelam sehingga dari kejauhan seperti pulau-pulau yang hijau.

Ulu Kasok termasuk dalam wilayah Kabupaten Kampar, Riau. Untuk menuju kesini, Anda melewati jalan lintas barat menuju Sumbar, tidak jauh daeri jembatan Rantau Berangin. Waktu tempuh dari Pekanbaru sekitar 2,5 jam.
Masih di Kabupaten Kampar, di Kecamatan XIII Koto, Anda bisa mengunjungi candi Muara Takus. Banyak yang mengira, candi Muara Takus ada di Pulau Jawa. Inilah candi peninggalan agama Budha di Sumatera, sekitar 135 kilometer dari Pekanbaru.
Ahli sejarah memperkirakan, candi Muara Takus dibangun pada abad ke 7 dan diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan kerajaan Sriwijaya. Kompleks candi ini juga telah diakui UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia.
Anda kini mulai memasuki wilayah perbatasan Riau dan Sumbar. Tempat peristirahatan setelah menempuh perjalanan jauh bisa di rumah makan Padang atau di kawasan Lubuk Bangku, sebagai rest area. Setelah itu, Anda akan menyaksikan kontruksi jalan layang dan jembatan yang megah, Kelok Sembilan.

Namanya Kelok Sembilan. Karena memang jumlah belokan tajam melewati bukit itu jumlahnya sembilan. Kelok Sembilan dibangun sejak masa penjajahan Belanda, tahun 1910, jauh lebih tua dari usia republik Indonesia. Tahun 2011 Kelok Sembilan dibangun ulang dan diresmikan 31 Oktober 2013 silam.
Jalur Kelok Sembilan ini merupakan jalur yang paling dekat untuk menghu-bungkan kota Padang dan Pekanbaru yang jaraknya 350 km. Kelok Sembilan sendiri berada pada jarak 180 km dari arah Pekanbaru, dan dari Payakumbuh berjarak 25 km. Anda bisa berswafoto di menara spot pandang.

Setelah memasuki Kabupaten 50 Kota, destinasi pertama yang bisa Anda datangi adalah Lembah Harau. Lembah Harau adalah lembah tercantik di Sumatera. Lembah yang subur ini, terletak di Kecamatan Harau, Payakumbuh Kabupaten 50 Kota. Lembah Harau terkenal sampai ke Belanda, sejak mulai dibuka 14 Agustus 1926.

Bukit batu terjal di kiri kanan dengan ketinggian 100 sampai 500 meter, suasana alam pegunungan yang asri, serta lima air terjun yang disebut sarasah, setinggi 100 meter lebih, empat sungai yang jernih adalah ciri khas Lembah Harau.

Lembah Harau jaraknya 138 kilometer dari Padang, 47 kilometer dari Bukittinggi dan 18 kilometer dari kota Payakumbuh. Harau adalah cagar alam sluas 315 ha yang lalu dijadikan hutan wisata 298 ha dan taman wisata seluas 270,5 hektar.

Terdapat tujuh air terjun di Lembah Harau diaantaranya Air Terjun Aka Barayun, Sarasah Donat, Sarasah Boenta, Sarasah Talang, Sarasah Murai, Ketinggian masing-masing air terjun berbeda-beda antara 50-90 meter

Dari Harau, Anda bisa mengunjungi Kampung Rendang. Meski rendang atau randang, menjadi makanan khas Ranah Minang dan Sumatera Barat, satu-satunya Kampung Rendang hanya ada di Payakumbuh. Survey CNN menyebutkan, rendang adalah makanan paling enak di dunia.
Kampung Rendang terletak di Jalan Tan Malaka, Lampasi itu kini makin terkenal. Sebab, selain menjadi sentra produksi rendang, juga membuat berbagai penganan khas Payakumbuh.
Hebatnya, rendang tidak hanya terbuat dari daging, tapi sedikitnya ada 30 varian rendang dari berbagai macam bahan seperti rendang telur, daging sapi, suir daging, paru, ayam, suir ayam, ubi, suir itik, jamur basah, jamur kering, jamur kriuk, jengkol, jantung pisang, dan daun singkong.
Kini, sampailah Anda di Payakumbuh. Ada beberapa obyek wisata yang bisa dikunjungi. Antara lain, Ngalau Indah. Lokasinya hanya 4 kilometer dari pusat kota Payakumbuh. Di dalam gua, terdapat ribuan kelelawar dan burung wallet. Gua Ngalau Indah yang terletak di ketinggian 840 meter di atas permukaan laut ini, banyak batu-batuan yang unik, terbentuk sejak ribuan tahun lalu.
Atau ke Batang Tabik. Tidak banyak kota yang memiliki kolam renang. Apalagi pemandian alam. Payakumbuh punya. Airnya sangat jernih dan sejuk. Berasal dari mata air besar di bawah pohon beringin. Konon, kalau tidak disumpal dengan batu, airnya akan melimpah. Sejak dahulu kala, airnya tidak pernah surut meski musim kemarau.
Dari Batang Tabik, hanya sekitar 5 kilometer, Anda bisa ke Padang Mangateh, yang pernah menjadi peternakan terbesar di Asia Tenggara. Peternakan ini didirikan zaman Belanda, tahun 1916. Bararti, saat ini usia peternakan ini sudah 103 tahun. Lokasinya, di Payakumbuh, Kabupaten 50 Kota.
Areal peternakan ini luasnya 280 hektar. Sepanjang mata memandang, hamparan padang rumput yang menghijau, sapi-sapi yang gemuk dan berwarna coklat sedang merumput. Rasanya seolah bukan di kaki gunung Sago, tapi pemandangan yang biasa disaksikan di New Zealand.
Setelah puas keliling Payakumbuh, Anda bisa melanjutkan petualangan ke kota wisata Bukittinggi yang hanya 33 kilometer dari Payakumbuh. Ngarai Sianok, Lubang Jepang, Benteng Fort de Kock, kebun binatang satu-satunya di Sumbar, serta ikon Bukittinggi yang terkenal itu: Jam Gadang.
Bisa juga ke Batusangkar, kota budaya yang memiliki Istana Pagaruyung, Batu Basurek, Batu Angkek-angkek dan desa asal usul Minangkabau Pariangan. Jarak dari Payakumbuh ke Batusangkar hanya 38 kilometer.
Perjalanan ke Riau dan Sumbar sarat dengan petualangan dan pesona yang tiada tara. Percayalah. Seru dan tak terlupakan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here